SOSIAL

Bentuk Interaksi Sosial

Bentuk Interaksi Sosial

Bentuk Interaksi Sosial – Pernahkah kalian merasa sulit dalam ber-interaksi sesama teman? Atau, adakah diantara kalian yang merasa kaku, jika berinteraksi dengan orang yang baru saja kenal? Bahkan, kalian merasa malu untuk berkomunikasi itu kan? Kalian harus mengetahui Bentuk Interaksi Sosial terlebih dahulu.

Tak perlu khawatir, kali ini kita akan membahas mengenai Bentuk  Interaksi Sosial yang baik. Agar hal-hal di atas tidak terjadi lagi ya setidaknya dapat diantisipasi secara dini.

Sebelum membahas caranya, temen-temen perlu tahu terlebih dahulu apa sih interaksi itu? Seperti apa Bentuk Interaksi Sosial itu bisa terjadi? Dan faktor apa yang menyebabkan interaksi?

Baik, yang perlu temen-temen semua ketahui bahwa, interaksi itu adalah salah satu cara untuk kita berkomunikasi dengan sesama. Karena, pada dasarnya manusia itu adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri.

Maka dari itu, manusia sebagai makhluk sosial perlu berinteraksi dengan sesama untuk menjalin komunikasi yang baik.

Interaksi sosial ini adalah hubungan timbal balik yang sifatnya dinamis anatar individu dengan individu, individu dengan kelompok, maupun kelompok dengan kelompok dalam masyarakat.

Dinamis disini berarti, interaksi itu tidak kaku tidak diam melainkan akan terus berkembang sesuai dengan kebutuhan manusia itu sendiri. Karena lawannya dinamis adalah statis.

Terjadinya interaksi disni adalah karena adanya dorongan, keinginan dari dalam diri manusia itu sendiri untuk memenuhi kebutuhannya.

Kebutuhan disini bermacam-macam ya, ada kebutuhan akan kasih sayang misalnya seseorang membutuhkan teman sehingga itu akan terjadi persahabatan.

Kemudian, kebutuhan akan makan. Pasti setiap orang membutuhkan makan sehinggan untuk mendapatkannya diperlukanlah interaksi ini.

Faktor penyebab tejadinya interaksi karena adanya kontak sosial. Kontak sosial disini ada dua macam diantaranya: Kontak Sosial Jarak Pendek, ini terjadi karena jarak antar individu atau kelompok jaraknya dekat, sehingga bisa terjadi secara langsung.

Misalnya, berjabat tangan ketika bertemu dan saling menyapa, bergosip jika kalian semua suka bergosip, saling memberikan senyuman, dan seterusnya.

Kontak Sosial Jarak Jauh, interaksi ini terjadi ketika individu dan individu lainnya saling berjauhan, atau anak zaman now bilang nya LDRan gitu ya, hehe.

Jadi, didalam kontak sosial jarak jauh ini kedua belah pihak itu saling tidak bertatap muka atau berjauhan. Tapi interaksi ini dapat berjalan jika keduanya saling mengabari lewat chating, VC-an kalau ingin bertatap muka, dan masih banyak lagi.

Temen-temen juga perlu ingat ya, interaksi disni dilakukan paling tidak oleh dua orang atau lebih. Jika interaksi hanya dilakukan satu orang siap-siap disebut orgil ya, hehe….

Ok, kita kembali kepada pembahasan awal. Jika teman-teman sudah ada gambaran mengenai interaksi ini. Tentu, teman-temen pasti bisa menyimpulkan bagaimana kita harus memulai berinteraksi.

Bentuk Interaksi Sosial

  • Kerjasama

Bentuk utama dari proses interaksi sosial karena pada dasarnya interaksi sosial yang dilakukan oleh seseorang bertujuan untuk memenuhi kepentingan atau kebutuhan bersama.

Misalnya: Ada seorang siswa yang kesulitan dalam mengerjakan tugas dari gurunya. Maka, siswa itu meminta bantuan kepada temannya agar bisa mengajari nya sampai bisa, atau siswa tersebut bekerja sama untuk menyelesaikan tugas itu.

  • Akomodasi

Proses penyesuaian sosial dalam interaksi antarindividu dan antar kelompok untuk meredakan pertentangan.

Tujuan akomodasi:

  1. Mengurangi perbedaan pandangan, pertentangan politik, atau permusuhan antar suku atau negara.
  2. Mencegah terjadinya ledakan konflik yang mengarah pada benturan fisik.
  3. Mengupayakan terjadinya akomodasi di antara masyarakat yang dipisahkan oleh sistem kelas atau kasta.
  4. Mengupayakan terjadinya proses pembauran atau asimilsi di antara kelompok kesukuan atau ras.
  • Asimilasi

Percampuran dua kebudayaan sekaligus, sehingga memunculkan kebudayaan baru. Misalnya: ada seorang pemuka agama menikah dengan putri dari kasepuhan yang sehari-harinya itu memakai kebaya.

Jika, keduanya bersatu maka akan menghasilkan kebudayaan baru. Yaitu memakai kebaya dengan menggunakan hijab, karena terpengaruhi oleh pemuka agama tadi. Sehingga, wanita itu tidak terlihat seperti putri kasepuhan lagi.

  • Akulturasi

Percampuran dua kebudayaan yang berbeda namun tidak menghilangkan kebudayaan pribadi. Sehingga kebudayaan yang dibawa masih tetap ada.

Misalnya: musik POP sering di padu padankan dengan musik dangdut, namun pada saat digabungkan keduanya masih tidak meninggalkan unsur kebudayaannya.

artikel terkait lainnya

Faktor Permintaan

JENIS – JENIS INTERAKSI SOSIAL