EKONOMI

Mari Kita Mengenal Pelaku Kegiatan Ekonomi!

Pelaku Ekonomi

Pelaku Ekonomi – Kali ini kita kembali lagi untuk berbagi secerca pengetahuan mengenai Pelaku Ekonomi. Dengan kita tahu siapa saja pelaku ekonomi ini, maka kita akan mengetahui posisi kita dalam Pelaku Ekonomi itu sebagai apa.

Pengertian Pelaku Ekonomi

Pelaku Ekonomi adalah seseorang, kelompok maupun lembaga yang melakukan kegiatan ekonominya sehari-hari. Contohnya: Produsen, Distributor dan Konsumen. Mereka semua merupakan bagian daripada Pelaku Ekonomi.

Dalam Pelaku Ekonomi ini dibagi menjadi 4 macam, yaitu:

Pelaku Ekonomi – 1. Rumah Tangga Keluarga (RTK)

Pelaku Ekonomi jenis ini disebut juga pelaku ekonomi pertama dimana lingkup kegiatannya relatif sederhana. Pelaku itu biasanya  ada dalam hubungan hierarki dalam keluarga.

Untuk memenuhi kebutuhan keluarga tersebut seorang ayah harus bekerja untuk mendapatkan uang, agar bisa membeli keperluan rumah tangganya. Setelah itu, penghasilan seorang ayah akan diberikan kepada sang ibu.

Uang tersebut dapat digunakan membeli kebutuhan sehari-hari yaitu beras, lauk pauk dan lainnya. Sedangkan, sisa uang yang ada dapat digunakan untuk alokasi pendidikan kaka dan adik atau bahkan di tabung.

Dalam rumah tangga keluarga ini dibagi lagi atas tiga bagian, yaitu:

  • Rumah tangga keluarga sebagai penyedia

Contohnya adalah berwiraswasta, badan usaha yang telah lama berdiri seperti PT, CV dan lain-lain.

  • Rumah tangga keluarga sebagai distributor

Contohnya: seorang keluarga memiliki toko yang menjual aneka kebutuhan pangan, sandang dan papan. Istilah lainnya yaitu membuka usaha sendiri di rumah atau di tempat lain.

  • Rumah tangga keluarga sebagai konsumen

Contohnya: penghasilan yang didapatkan seorang kepala keluarga dibelanjakan untuk kegiatan konsumsi saja.

 

  1. Masyarakat

    Masyarakat ialah perkumpulan dari individu yang ada di suatu tempat Masyarakat juga biasa disebut-sebut sebagai pelaku ekonomi.

    • Masyarakat sebagai produsen

    Jika kita berbicara produsen yang ada di masyarakat, maka produsen disni adalah masyarakat dari kalangan tertentu. Misalnya: pengrajin batik, pengrajin tikar, atau kerajinan-kerajinan lailnnya yang memang berasal dari tempat dimana masyarakat itu tinggal.

     

    • Masyarakat sebagai distributor

    Masyarakt sebagai distributor merupakan masyarakat sebagai penyalur dari kerajinan-kerajinan yang sudah dijelaskan di atas.

     

    • Masyarakat sebagi Konsumen

    Masyarakt sebagai konsumen yaitu mereka yang memang pengguna barang dan jasa yang tersedia di daerahnya masing-masing. dengan begitu, ketersediaan tersebut bisa mencukupi kebutuhannya.

 

  1. Perusahaan

Perusahaan yang dalam kegiatannya yaitu memproduksi barang/jasa sebanyak-banyaknya dan meningkatkan penjualan.

  1. Perusahaan sebagai produsen adalah menentukan prodak apa yang akan dibuat, bagaimana produk itu dibuat, untuk siapa barang dna jasa itu dibuat, dan untuk apa barang/jasa itu dibuat.
  2. Perusahaan sebagai penyalur yaitu perusahaan yang memiliki cabang perusahaannya, selain itu perusahaan yang dapat melakukan kegiatan pemasaran produknya kepada masyarakat.
  3. Perusahaan sebagai konsumen ialah mereka yang membeli bahan baku guna memenuhi kegiatan produksinya.

 

  1. Pemerintah

Pemerintah merupakan lemabga yang mengawasi kegiatan ekonomi disuatu negara. Jika pemerintah tidak ikut andil didalamnya, maka perekonomian suatu negara dapat kacau balau.

  1. Pemerintah sebagai produsen itu harus membuat sebuah keputusan dalam bidang ekonomi. Seperti: pembuatan UUD, kebijakan ekonomi dan sejenisnya.
  2. Pemerintah sebagai distributor yaitu pemerintah harus memiliki tangungjawabb untuk kesejahteraan rakyatnya. Contohnya: pemerintah memberikan subsidi terhadap suatu barang / jasa atau memberikan bantuan kepada masyarakat yang kurang mampu.
  3. Pemerintah sebagai konsumen ialah pemerintah juga perlu membeli peralatan yang menunjang tugas kepemerintahan. Contohnya: pembelian alat serta sarana dan prasarana.

Jadi, kalian termasuk pelaku ekonomi yang mana sobat? Apapun posisi kalian nikmati, jalani, dan syukuri saja. jalani dengan semestinya saja okayy..!

 

 

Baca Juga:

Prinsip-prinsip Ekonomi